Untuk ERP yang berjalan di atas WordPress dan WooCommerce, latency dan throughput menjadi faktor penentu. Arsitektur object cache tiga lapis memberikan kombinasi kecepatan request-level, persistensi proses, dan skala jaringan:
- L0 (In‑Request / Array Cache): cache super-cepat di memori PHP (array) berlaku hanya selama satu request. Nyaris tanpa overhead.
- L1 (APCu, per-proses): cache persisten di level proses PHP-FPM; ideal untuk hot keys dan mengurangi perjalanan ke jaringan.
- L2 (Redis/Memcached, jaringan): cache terdistribusi, konsisten lintas worker/server—cocok untuk beban ERP dan operasi WooCommerce (produk, stok, harga dinamis).
Hasilnya: hit ratio tinggi di L0/L1, dengan L2 sebagai source of truth cache yang dapat dibagi lintas node.
Logika Inti object-cache.php
Alur Get (hierarki baca & promosi):
- Cek L0: jika ada → hit cepat.
- Jika miss, cek L1 (APCu): jika ada → isi L0, kembalikan.
- Jika miss, cek L2 (Redis/Memcached): jika ada → isi L1 & L0 (promosi), kembalikan.
- Jika tetap miss → bangun data dari DB, lalu tulis berjenjang (L2 → L1 → L0).
Alur Set (tulis-menembus / write-through):
- Tulis ke L2 (persisten jaringan), lalu L1 (APCu), terakhir L0 (array) agar subsequent requests langsung hit.
Invalidasi:
delete()menghapus di semua lapis.- Versi berbasis group (versioned keys) untuk invalidasi massal tanpa full flush.
Proteksi Stampede:
- Locking ringan (mis.
apcu_addatauSET NXdi Redis) + TTL jitter untuk mencegah thundering herd.
Penentuan Key:
blog_prefix + group + version + keydenganWP_CACHE_KEY_SALTbila tersedia, menjaga isolasi multisite & lingkungan.
Struktur Minimalis object-cache.php (sketsa)
Catatan: gunakan serialisasi yang efisien (
igbinarybila tersedia) dan kompresi opsional untuk objek besar.
Fitur yang Disarankan untuk Drop‑in
- Mode Konsistensi: Strict (tulis sinkron ke semua lapis) vs Loose (toleransi eventual di L1).
- TTL & Jitter: TTL dinamis berdasarkan group + jitter 5–10% untuk meratakan puncak invalidasi.
- Non‑Persistent Groups: daftar group yang hanya disimpan di L0/L1 (mis. session singkat).
- Warmup/Priming: perintah WP‑CLI (
wp cache prime) untuk memanaskan kunci kritis ERP/Woo. - Metrics & Debugging: hit/miss per layer, rata‑rata latency, kunci teratas; panel admin + hooks kustom.
- Graceful Degradation: jika Redis/Memcached down, jatuh ke APCu/L0 tanpa memutus trafik.
- Multisite‑Aware: key prefix per situs + global groups lintas jaringan.
- Health Checks: ping Redis/Memcached, self-healing reconnect dan backoff.
- Compatibility Switches: dukungan
WP_REDIS_*,MEMCACHED_SERVERS,WP_CACHE_KEY_SALT. - Stampede Locks: kunci short‑lived per kunci saat regenerasi.
Dengan rancangan ini, ERP berbasis WordPress + WooCommerce memperoleh latency rendah, throughput tinggi, serta resilien terhadap lonjakan beban—tanpa mengorbankan konsistensi data yang krusial bagi transaksi.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.